Penjual Tramadol Kabur Saat Tokonya Digerebek Warga di Pondok Aren
Karena toko tetap tertutup, warga akhirnya membuka rolling door secara paksa menggunakan gerinda,” kata Robi, seperti dikutip iNewsTangsel, Selasa (29/9/2026).
Keramaian pembeli, lanjut Robi, bahkan sempat mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Kondisi itu membuat warga semakin curiga dan memutuskan mendatangi toko.
Setelah rolling door berhasil dibuka, warga menemukan dua bungkus obat yang diduga masuk kategori obat daftar G.
Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada kepolisian untuk diperiksa.
Polisi selanjutnya mengamankan dua bungkus obat itu sebagai barang yang akan diperiksa dalam proses penyelidikan.
Panit Reskrim Polsek Pondok Aren, Iptu Rian Saputra, membenarkan adanya temuan tersebut.
“Dua bungkus obat itu kemudian diamankan polisi sebagai barang yang akan diperiksa dalam proses penyelidikan,” ujar Iptu Rian Saputra.
Polisi diketahui telah mendatangi toko tersebut sehari sebelumnya, Jumat (25/9/2026). Namun, saat petugas tiba, toko juga dalam kondisi tertutup.
Setelah mendapat laporan warga mengenai temuan obat pada Sabtu, polisi kembali mendatangi lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Hingga kini, polisi masih menelusuri aktivitas toko tersebut, termasuk asal-usul obat yang ditemukan, pihak yang menguasai barang, serta dugaan transaksi jual beli obat keras.
Sementara itu, keberadaan penjual yang disebut biasa beraktivitas di toko tersebut belum diketahui.Polisi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri ketika menemukan dugaan peredaran obat keras.
Editor: Mahesa Apriandi