Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atap Bocor dan Lantai Tanah, Lansia 70 Tahun di Warunggunung Pasrah Menatap Rumahnya yang Lapuk
Advertisement . Scroll to see content

Kecewa Bedolan Pamarayan Batal, Ratusan Warga Kabupaten Serang Blokir Jembatan dan Bakar Ban

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:20 WIB
  • author Erdi
Kecewa Bedolan Pamarayan Batal, Ratusan Warga Kabupaten Serang Blokir Jembatan dan Bakar Ban
Suasana aksi protes warga Kabupaten Serang, terkait pembatalan tradisi Bedolan Pamarayan. (Foto: iNewsBanten).

SERANG, iNewsBanten – Pembatalan tradisi Bedolan Pamarayan memicu aksi protes ratusan warga di Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (10/10/2026). Massa memblokir akses Jembatan Pamarayan dengan membakar ban bekas dan membentangkan pagar bambu di jalan penghubung wilayah Pamarayan dengan Serang.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga setelah tradisi Bedolan Pamarayan, yang semula direncanakan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kabupaten Serang, dipastikan batal dilaksanakan.

Situasi di lokasi sempat memanas setelah terjadi kericuhan antara massa aksi dan warga yang melintas di sekitar jembatan.

Sebelum memblokir jembatan, warga mendatangi gedung kontrol Bendung Pamarayan di Desa Panyebrangan, Kecamatan Cikeusal, sejak pukul 07.00 WIB.

Mereka ingin bertemu dengan pengelola bendungan untuk mendesak agar tradisi tahunan tersebut tetap dilaksanakan. Sejumlah warga bahkan sudah membawa jaring dan peralatan menangkap ikan sejak pagi, dengan harapan Bedolan Pamarayan tetap digelar.

Kapolsek Cikeusal, Iptu Haerus, mengatakan, telah berupaya mengamankan lokasi sekaligus memfasilitasi komunikasi antara warga dan pihak terkait.

“Dari jam 7 pagi warga datang, tadi sudah dilakukan audiensi dengan perwakilan masyarakat, namun tetap ingin Bedolan tetap dilaksanakan,” ujar Iptu Haerus.

Meski audiensi telah dilakukan, warga belum mengurungkan tuntutan mereka. Massa masih meminta bertemu dengan pemerintah daerah dan pengelola Bendung Pamarayan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Bagi masyarakat setempat, Bedolan Pamarayan bukan sekadar tradisi menangkap ikan. Kegiatan tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya warga yang dinantikan setiap tahun.

Nasrul Hidayat (31), warga Desa Panyebrangan, mengatakan tradisi Bedolan Pamarayan sudah lima tahun tidak dilaksanakan. Karena itu, pembatalan kegiatan tahun ini menambah kekecewaan masyarakat yang berharap tradisi tersebut kembali digelar.

“Sudah lima tahun enggak ada Bedolan Pamarayan,” kata Nasrul.

Menurut Nasrul, Bedolan Pamarayan memiliki ikatan emosional yang kuat bagi masyarakat. Tradisi ini bahkan menjadi momentum bagi warga yang merantau untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

Bagi warga, pelaksanaan Bedolan Pamarayan bukan hanya soal menangkap ikan, tetapi juga tentang menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, dan merawat kebersamaan yang telah berlangsung turun-temurun.

Sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai Cibanten Cidujung Cidurian (BBWS C3) menyampaikan, pembatalan Bedolan Pamarayan melalui berita acara tertanggal 7 Oktober 2026.

Dalam dokumen tersebut, pengelola bendungan menyatakan tidak akan melakukan pengurasan bendung maupun membuka pintu Bendung Pamarayan. Keputusan itu diambil dengan mempertimbangkan risiko longsor akibat laju abrasi.

Pertimbangan keselamatan tersebut membuat Bedolan Pamarayan tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana awal.

Namun, keputusan itu memicu kekecewaan warga yang telah lama menantikan tradisi tersebut kembali digelar. Mereka berharap pemerintah daerah dan pengelola bendungan dapat memberikan penjelasan secara langsung sekaligus membahas kemungkinan penyelesaian atas tuntutan masyarakat.

Hingga aksi berlangsung, warga masih mendesak agar pemerintah daerah dan pengelola Bendung Pamarayan menemui mereka.

Di tengah pertimbangan keselamatan bendungan dan harapan masyarakat untuk mempertahankan tradisi, warga kini menanti adanya dialog yang dapat menjawab kekecewaan mereka tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut