Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atap Bocor dan Lantai Tanah, Lansia 70 Tahun di Warunggunung Pasrah Menatap Rumahnya yang Lapuk
Advertisement . Scroll to see content

Asap Kebakaran Hutan Terpantau di Atmosfer Banten, Bagaimana Kondisi Udara yang Dihirup Warga?

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:30 WIB
  • author Erdi
Asap Kebakaran Hutan Terpantau di Atmosfer Banten, Bagaimana Kondisi Udara yang Dihirup Warga?
Sebaran asap karhutla dari Wilayah Kalimantan dan Sumatera terdeteksi di atmosfer Banten. (Foto: Istimewa).

SERANG, iNewsBanten - Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Sumatera dan Kalimantan terdeteksi di atmosfer Banten. Fenomena ini menjadi perhatian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyusul adanya potensi penumpukan polutan udara, terutama pada malam hingga pagi hari.

 

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa keberadaan asap di atmosfer belum tentu berdampak langsung terhadap kualitas udara yang dihirup masyarakat di permukaan.

 

Citra Satelit Tangkap Sebaran Asap di Langit Banten

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, mengungkapkan bahwa sebaran asap tersebut terpantau melalui citra satelit Himawari-9 pada Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.

 

Berdasarkan hasil pemantauan, asap terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk atmosfer Banten, dengan pola pergerakan yang dipengaruhi arah angin dominan.

 

“Untuk wilayah Banten, arah pergerakan asap secara umum terpantau mengikuti aliran angin dari arah timur-tenggara menuju barat-barat laut,” kata Ana, Jumat (16/10/2026).

 

BMKG Belum Pastikan Dampak Asap terhadap Kualitas Udara

 

Ana menjelaskan, BMKG menggunakan sejumlah parameter untuk menganalisis pergerakan asap, mulai dari citra satelit, kondisi meteorologi, hingga keberadaan titik panas atau hotspot yang berkaitan dengan aktivitas kebakaran hutan dan lahan.

Namun, hasil pengamatan satelit belum cukup untuk memastikan apakah asap telah turun hingga ke permukaan dan memengaruhi udara yang dihirup masyarakat.

 

Untuk memastikan dampaknya, diperlukan analisis lebih mendalam terhadap stabilitas atmosfer, arah dan kecepatan angin pada berbagai ketinggian, serta data pengukuran kualitas udara secara langsung.

 

“Meskipun indikasi sebaran asap telah teramati di atmosfer wilayah Banten, belum dapat dipastikan kapan dan sejauh mana dampaknya terhadap kualitas udara di permukaan,” ujar Ana.

 

Waspadai Potensi Penumpukan Polutan pada Malam hingga Pagi

 

Di tengah terdeteksinya sebaran asap tersebut, BMKG turut mengingatkan adanya potensi penumpukan polutan udara, khususnya pada malam hingga pagi hari.

 

Kondisi ini dapat terjadi ketika atmosfer berada dalam keadaan lebih stabil dan kecepatan angin relatif lemah. Akibatnya, polutan yang berada di dekat permukaan berpotensi tertahan dan terakumulasi.

 

Meski begitu, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa asap karhutla dari Sumatera dan Kalimantan telah mencemari udara di permukaan wilayah Banten.

 

Polusi Udara Banten Tak Hanya Dipengaruhi Karhutla

 

BMKG juga mengingatkan bahwa kualitas udara di Banten dipengaruhi berbagai sumber emisi, bukan hanya asap kebakaran hutan dan lahan dari luar daerah.

Aktivitas kendaraan bermotor, kawasan industri, pembakaran terbuka, serta kegiatan manusia lainnya turut berkontribusi terhadap konsentrasi polutan di atmosfer.

 

Karena itu, diperlukan pengukuran dan analisis yang menyeluruh sebelum menyimpulkan penyebab perubahan kualitas udara di suatu wilayah.

 

Masyarakat Diminta Pantau Informasi Resmi

 

BMKG memastikan pemantauan terhadap pergerakan asap dan kondisi atmosfer di wilayah Banten terus dilakukan secara berkala melalui data satelit serta observasi meteorologi.

 

Masyarakat diimbau tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan perkembangan informasi mengenai kondisi udara di lingkungan masing-masing.

 

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dan hasil pengukuran kualitas udara dari instansi berwenang.

 

Dengan pemantauan yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat mengenai potensi dampak sebaran asap karhutla terhadap kondisi atmosfer dan kualitas udara di Banten.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut