Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Lebak Bentuk Tim Pencegahan Zoonosis dan Penyakit Infeksius Baru
“Mari bersama-sama kita sukseskan program ini demi mewujudkan industri perunggasan yang tangguh, aman, dan berdaya saing di Kabupaten Lebak,” ujar Amir.
Sementara itu, Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Hendra Wibawa, mengatakan Kabupaten Lebak memiliki peran strategis dalam sektor peternakan nasional, terutama karena besarnya aktivitas industri perunggasan di wilayah tersebut.
Menurut Hendra, penguatan kesehatan hewan perlu menjadi prioritas melalui berbagai langkah, mulai dari peningkatan surveilans, deteksi dini penyakit, penerapan biosekuriti secara ketat, penjaminan keamanan pangan asal hewan, hingga komunikasi risiko kepada masyarakat.
Ia menegaskan, pendekatan One Health atau Satu Kesehatan menjadi salah satu upaya penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
“Dengan pendekatan One Health (Satu Kesehatan), kita memastikan kolaborasi lintas sektor untuk mendukung terwujudnya masyarakat dan lingkungan yang sehat. Ketersediaan pangan yang aman dan perekonomian daerah yang kuat adalah fondasi utama untuk mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh,” kata Hendra.
Pembentukan Tikorda Kabupaten Lebak diharapkan menjadi wadah koordinasi bagi instansi terkait untuk mendeteksi, mencegah, dan merespons potensi ancaman zoonosis serta penyakit infeksius baru sejak dini.
Melalui sinergi tersebut, upaya perlindungan kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, dan keamanan pangan di Kabupaten Lebak diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Editor: Mahesa Apriandi