Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Kebocoran Data Leasing Menimpa CEO Banten Creatif Festival
Advertisement . Scroll to see content

Misteri Kebakaran KMP Batumandi di Merak Belum Terungkap, Polda Banten Periksa 28 Saksi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:58 WIB
  • author Erdi
Misteri Kebakaran KMP Batumandi di Merak Belum Terungkap, Polda Banten Periksa 28 Saksi
Polda Banten Periksa 28 Saksi, untuk mengungkap sumber api dan faktor penyebab kebakaran. (Foto: Istimewa).

CILEGON, iNewsBanten – Delapan hari berlalu sejak insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten. Namun, penyebab pasti kebakaran kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya.

 

Kepolisian Daerah (Polda) Banten terus mendalami peristiwa yang terjadi pada Selasa (20/10/2026) itu. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 28 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi untuk mengungkap sumber api dan faktor penyebab kebakaran.

 

Polisi Periksa Penumpang hingga Mekanik Kapal

 

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan operasional kapal maupun peristiwa kebakaran tersebut.

 

"Sampai saat ini 28 orang sudah diperiksa sebagai saksi," kata Maruli, Rabu (28/10/2026).

 

Puluhan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari penumpang, awak kapal, karyawan PT ASDP Indonesia Ferry, hingga mekanik yang menangani perawatan kapal.

 

"Daftar saksi yang sudah diperiksa di antaranya penumpang, awak kapal, karyawan ASDP, penumpang yang dirawat di RSKM, mekanik ASDP, docking kapal KMP Batumandi," ujarnya.

 

Meski pemeriksaan terus dilakukan, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri kemungkinan sumber api yang memicu insiden tersebut.

 

Api Muncul Saat Kapal Menunggu Jadwal Sandar

 

Peristiwa menegangkan itu terjadi ketika KMP Batumandi yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tiba di perairan Merak pada Selasa (20/10/2026).

Kapal dilaporkan berada di area perairan Merak sekitar pukul 14.52 WIB. Namun, ketika menunggu giliran sandar di sekitar Pulau Merak Besar, situasi mendadak berubah menjadi kepanikan.

 

Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas di darat melihat kobaran api muncul dari bagian buritan atau belakang kapal.

 

Berdasarkan informasi awal, api diduga berasal dari dek atas yang digunakan untuk mengangkut kendaraan kecil. Kobaran api kemudian membesar hingga mengharuskan dilakukannya evakuasi terhadap seluruh penumpang dan awak kapal.

 

Namun, dugaan titik awal munculnya api tersebut masih memerlukan pembuktian melalui hasil penyelidikan resmi.

 

Ratusan Penumpang Dievakuasi, Tiga Orang Sempat Dirawat

 

Kebakaran KMP Batumandi memicu proses evakuasi besar-besaran di perairan Merak. Petugas gabungan bersama masyarakat bergerak membantu menyelamatkan ratusan orang yang berada di atas kapal.

 

Di tengah situasi darurat tersebut, keselamatan penumpang menjadi prioritas utama.

 

PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan seluruh penumpang berhasil diselamatkan. Dari total 420 penumpang, tiga orang sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk pemeriksaan dan penanganan medis.

Setelah proses evakuasi selesai, ASDP melakukan pendataan serta verifikasi terhadap kerugian yang dialami penumpang, termasuk barang pribadi yang rusak maupun hilang akibat insiden kebakaran.

 

ASDP Tunggu Hasil Investigasi KNKT dan Polisi

 

Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

 

KMP Batumandi diketahui telah beroperasi selama sekitar 14 tahun. Meski demikian, belum ada kesimpulan resmi yang menunjukkan adanya hubungan antara usia kapal dan insiden kebakaran tersebut.

 

Penyelidikan yang dilakukan kepolisian bersama investigasi KNKT diharapkan mampu mengungkap secara menyeluruh kronologi, sumber api, serta faktor-faktor yang menyebabkan kebakaran.

 

Hingga delapan hari setelah kejadian, misteri penyebab terbakarnya KMP Batumandi masih belum terjawab. Hasil penyelidikan kini menjadi perhatian, bukan hanya untuk mengungkap penyebab insiden, tetapi juga sebagai bahan evaluasi keselamatan pelayaran di lintasan penyeberangan tersibuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera tersebut.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut