Cuaca Ekstrem Rendam 160 Hektare Sawah di Lebak, 50 Hektare Gagal Panen

Y. D. Taruna
Salah seorang petani di Desa Cisangu tengah menunjukkan lahan sawahnya yang terendam air.

Ia menjelaskan, desa-desa yang terdampak banjir di Kecamatan Cibadak meliputi Desa Cisangu, Cimenteng Jaya, Panancangan, dan Bojong Cae. Dari sejumlah wilayah tersebut, Desa Cisangu menjadi yang paling parah dengan luas genangan mencapai sekitar 101 hektare.

 

Meski saat ini sebagian besar genangan air telah surut, kerusakan tanaman padi di sejumlah lahan tidak dapat dihindari. Sawah yang dinyatakan puso diketahui terendam banjir dalam waktu cukup lama sehingga tanaman padi mengalami kerusakan total.

 

“Walaupun air sudah surut, tanaman padinya sudah rusak atau kusut. Itu tidak bisa diselamatkan dan dipastikan gagal panen,” katanya.

 

Irwan menambahkan, usia tanaman padi yang terdampak bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 hari setelah tanam (HST). Pada fase pertumbuhan tersebut, tanaman padi sangat rentan terhadap genangan air dalam durasi panjang sehingga tidak mampu pulih.

Editor : Mahesa Apriandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network