Ia menjelaskan, desa-desa yang terdampak banjir di Kecamatan Cibadak meliputi Desa Cisangu, Cimenteng Jaya, Panancangan, dan Bojong Cae. Dari sejumlah wilayah tersebut, Desa Cisangu menjadi yang paling parah dengan luas genangan mencapai sekitar 101 hektare.
Meski saat ini sebagian besar genangan air telah surut, kerusakan tanaman padi di sejumlah lahan tidak dapat dihindari. Sawah yang dinyatakan puso diketahui terendam banjir dalam waktu cukup lama sehingga tanaman padi mengalami kerusakan total.
“Walaupun air sudah surut, tanaman padinya sudah rusak atau kusut. Itu tidak bisa diselamatkan dan dipastikan gagal panen,” katanya.
Irwan menambahkan, usia tanaman padi yang terdampak bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 hari setelah tanam (HST). Pada fase pertumbuhan tersebut, tanaman padi sangat rentan terhadap genangan air dalam durasi panjang sehingga tidak mampu pulih.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
