SERANG, iNewsBanten – Ratusan warga dari Desa Nambo Udik dan Desa Babakan menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Mowilex Indonesia yang berada di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Senin (13/4/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap minimnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam operasional perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2010 tersebut.
Sejak pagi hari, massa mulai berkumpul di depan gerbang perusahaan sambil membawa spanduk dan menyampaikan aspirasi melalui orasi. Mereka menilai keberadaan perusahaan belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam hal kesempatan kerja.
Perwakilan warga menyebutkan, dari sekitar 200 karyawan yang bekerja di PT Mowilex, hanya sekitar 12 orang yang berasal dari lingkungan setempat, dan sebagian besar bekerja sebagai tenaga non-skill.
“Kami hanya ingin ada keadilan. Perusahaan berdiri di wilayah kami, tapi warga sekitar justru sulit mendapatkan pekerjaan,” ujar salah satu peserta aksi.
Warga berharap perusahaan bisa lebih memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, membuka akses yang lebih transparan dalam proses rekrutmen, serta memberikan kesempatan pelatihan agar masyarakat lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Selain itu, warga juga meminta adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pihak perusahaan agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik.
Aksi unjuk rasa berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan berjalan relatif kondusif. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Mowilex Indonesia terkait tuntutan warga tersebut.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
