TANGERANG, iNewsBanten - Warga Kabupaten Tangerang, Banten, dihebohkan dengan sejumlah peristiwa penemuan mayat yang terjadi selama sepekan terakhir
iNews merangkum sejumlah peristiwa penemuan mayat yang menggemparkan warga Tangerang tersebut. Sedikitnya, 4 jasad tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Sukadiri, Pasar Kemis, Kronjo dan Cikupa.
Jasad pertama ditemukan di Muara Kali Adem, Kecamatan Sukadiri pada Kamis (9/4/2026). Korban berinisial NAW (16) yang merupakan siswa SMA itu ditemukan oleh warga sekitar. Didapati sejumlah luka di jasad tersebut. Polisi menduga, korban tewas karena terlibat tawuran.
"Namun demikian, terkait penyebab luka tersebut masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut," ujar Kapolresta Tangerang Kombes Pol Indra Waspada.
Pada Minggu (12/4/2026), warga Kecamatan Pasar Kemis dihebohkan penemuan mayat yang mengambang di Kali Cadas - Kukun. Korban diketahui berjenis kelamin pria berinisial MA (25).
Kapolsek Pasar Kemis, AKP Humaedi mengatakan, korban meninggal saat memancing dan diduga disebabkan penyakit gangguan saluran pernapasan.
"Hari sebelumnya, korban pamit ke keluarga untuk memancing, tetapi sampai malam tidak pulang, keluarga sempat melakukan pencarian di malam itu, tapi tidak ketemu. Keesokan harinya, jasad korban ditemukan dalam kondisi terapung di aliran sungai," ungkap Humaedi.
Pada Selasa (14/4/2026), warga menemukan dua jasad sekaligus dalam satu malam. Mayat tersebut ditemukan di Kecamatan Kronjo dan Cikupa. Seluruh jasad tersebut berjenis kelamin laki-laki.
Di Kecamatan Kronjo, warga menemukan sesosok jasad pria berinisial AP (30) yang ditemukan sudah membusuk di dalam rumah kontrakan di Desa Bakung.
Kapolsek Kronjo, Iptu Bayu Sujatmiko mengatakan, korban diduga meninggal akibat bunuh diri dengan kondisi leher terikat. Setelah dievakuasi, jasadnya langsung dibawa ke RSUD Balaraja untuk diotopsi.
"Dari hasil pemeriksaan korban diduga bunuh diri dan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban," ungkapnya.
Bayu mengungkapkan, motif bunuh diri tersebut dipicu kekalahan korban dalam permainan judi online (judol).
"Motif sebenarnya, korban mau bertunangan tetapi karena enggak punya uang, sehingga memaksakan bermain judol," ungkapnya.
Di Kecamatan Cikupa, warga dihebohkan penemuan mayat dengan kondisi tubuh tergantung di dalam sebuah kamar mandi rumah kontrakan Desa Bitung Jaya. Diketahui, korban bernisial RM (27).
Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cikupa, Ipda Syaiful Rusdiansyah mengatakan, motif bunuh diri tersebut dilatarbelakangi permasalahan ekonomi.
"Terkait masalah tersebut, keluarga almarhum menganggap ini sebuah musibah dan membuat pernyataan untuk tidak diproses hukum," kata Syaiful.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
