AirNav Tutup Sementara Ruang Udara Soekarno-Hatta Imbas Abu Vulkani Anak Krakatau

Sultan Tanjung
Suasana keberangkatan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.(Foto:Dok iNews.id)

Tangerang, iNews Banten - Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi hingga wilayah sekitar Jakarta dan berdampak terhadap operasional penerbangan. AirNav Indonesia memperketat pemantauan ruang udara Jakarta dan sekitarnya untuk mengantisipasi potensi bahaya abu vulkanik terhadap penerbangan.

Untuk alasan keselamatan penerbangan, AirNav menerbitkan NOTAM A3344/26 yang mengatur penutupan sementara ruang udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Krakatau.

Penutupan tersebut diperkirakan berlangsung hingga pukul 09.30 WIB, Minggu (6/9/2026). NOTAM tersebut merupakan pembaruan dari NOTAM A3341/26 yang sebelumnya diterbitkan terkait kondisi operasional Bandara Soekarno-Hatta.

EVP Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengatakan, penerbitan dan pembaruan NOTAM dilakukan untuk memastikan pengguna ruang udara dan pemangku kepentingan penerbangan mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi ruang udara serta operasional penerbangan.

"Dalam menghadapi potensi bahaya abu vulkanik, perkembangan sebaran abu dan kondisi ruang udara menjadi salah satu aspek penting yang terus dipantau dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan," kata Hermana dalam keterangan persnya, Minggu (6/9/2026).

Di sisi lain, kondisi operasional penerbangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah kembali normal.

Berdasarkan NOTAM A3342/26, landasan pacu 06/24 Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan kembali beroperasi normal sejak pukul 02.28 WIB, Minggu (6/9/2026).

Perbedaan kondisi di kedua bandara tersebut menunjukkan bahwa pelayanan navigasi penerbangan disesuaikan dengan kondisi aktual ruang udara di masing-masing wilayah.

AirNav melalui Indonesia Network Management Center (INMC) terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, termasuk kondisi ruang udara Jakarta dan sekitarnya.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan sekaligus memastikan informasi keselamatan penerbangan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi.

Hermana mengatakan, informasi aeronautika, termasuk NOTAM, bersifat dinamis dan dapat diperbarui sewaktu-waktu berdasarkan kondisi terbaru.

"Kondisi ruang udara bersifat dinamis, khususnya dalam menghadapi potensi bahaya abu vulkanik. AirNav terus memperketat pemantauan kondisi ruang udara dan memperbarui informasi penerbangan berdasarkan perkembangan kondisi terkini," jelasnya.

Karena itu, seluruh pengguna ruang udara dan pemangku kepentingan penerbangan diminta memperhatikan informasi aeronautika terbaru sebelum merencanakan dan melaksanakan penerbangan.

Selain itu, kata Hermana, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memperbarui dan menyampaikan informasi mengenai kondisi ruang udara serta keselamatan penerbangan.

"Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan navigasi penerbangan dengan tetap mempertimbangkan kondisi aktual di ruang udara," tuturnya.

Dengan demikian, AirNav memastikan pemantauan terhadap kondisi ruang udara terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan dengan keselamatan penerbangan sebagai prioritas.

Editor : Mahesa Apriandi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network