Ketua RT 012/05 Kampung Maja Kolelet, Japri (56), mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas warga, terutama para pelajar, menjadi terganggu.
"Anak-anak sekolah dari Geredug yang sekolah ke SMKN 4 Pandeglang jadi terhambat, Pak. Kalau lewat sini tidak bisa, harus muter jauh lewat Desa Sodong, Kecamatan Saketi. Kasihan anak-anak," ujar Japri saat ditemui di lokasi.
Menurut warga, jalan tersebut merupakan akses terdekat yang menghubungkan Desa Bojong dan Desa Geredug. Jika jalur tersebut terputus, warga harus menempuh perjalanan lebih jauh melalui jalur alternatif.
Selain menghambat aktivitas pendidikan, kondisi ini juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi dan aktivitas pertanian masyarakat.
Polisi Pasang Garis Polisi
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat longsor terjadi, tidak ada warga yang melintas di lokasi.
Mendapat laporan dari warga, Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana bersama personel Polsek Bojong, Babinsa Koramil Bojong, serta Muspika Kecamatan Bojong langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
Petugas melakukan pemeriksaan kondisi jalan, dokumentasi, pemasangan garis polisi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas terlalu dekat dengan bibir longsoran karena kondisi tanah masih labil.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
