CILEGON, iNewsBanten – Delapan hari berlalu sejak insiden kebakaran melanda Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Merak, Kota Cilegon, Banten. Namun, penyebab pasti kebakaran kapal yang mengangkut ratusan penumpang tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Kepolisian Daerah (Polda) Banten terus mendalami peristiwa yang terjadi pada Selasa (20/10/2026) itu. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 28 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi untuk mengungkap sumber api dan faktor penyebab kebakaran.
Polisi Periksa Penumpang hingga Mekanik Kapal
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai pihak yang memiliki keterkaitan dengan operasional kapal maupun peristiwa kebakaran tersebut.
"Sampai saat ini 28 orang sudah diperiksa sebagai saksi," kata Maruli, Rabu (28/10/2026).
Puluhan saksi yang diperiksa berasal dari berbagai unsur, mulai dari penumpang, awak kapal, karyawan PT ASDP Indonesia Ferry, hingga mekanik yang menangani perawatan kapal.
"Daftar saksi yang sudah diperiksa di antaranya penumpang, awak kapal, karyawan ASDP, penumpang yang dirawat di RSKM, mekanik ASDP, docking kapal KMP Batumandi," ujarnya.
Meski pemeriksaan terus dilakukan, kepolisian belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Penyidik masih mengumpulkan keterangan dan menelusuri kemungkinan sumber api yang memicu insiden tersebut.
Api Muncul Saat Kapal Menunggu Jadwal Sandar
Peristiwa menegangkan itu terjadi ketika KMP Batumandi yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, tiba di perairan Merak pada Selasa (20/10/2026).
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
