Selain kinerja yang dinilai buruk, massa juga menyoroti maraknya penggusuran oleh pemerintah daerah.
Menurut mereka, penggusuran terhadap pelaku UMKM dan warga kecil berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi rakyat.
Mahasiswa menilai kebijakan tersebut tidak berpihak pada masyarakat kelas bawah.
Mereka menuntut agar penggusuran dihentikan dan diganti dengan kebijakan yang lebih humanis.
Dalam orasinya, mahasiswa juga meminta agar Pemkot Serang lebih transparan dalam menyampaikan capaian kinerja.
Mereka menganggap pemerintah daerah kurang terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
Mahasiswa berjanji akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan menggelar aksi lanjutan jika tuntutan tak dipenuhi.
Hingga aksi berakhir, Wali Kota Serang tidak juga menemui para demonstran.
Ketiadaan respon dari kepala daerah menambah kekecewaan peserta aksi.
Aparat keamanan tetap bersiaga di sekitar kantor wali kota untuk mencegah kericuhan susulan.
Aksi pun ditutup dengan peringatan keras dari mahasiswa agar Wali Kota segera melakukan evaluasi total terhadap kinerjanya.
Editor : Mahesa Apriandi