get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua Forum Kebangsaan Banten: Soeharto Layak Pahlawan Nasional, Tolak Penilaian Emosional.

Sekolah MI Negeri 3 Lebak Dibobol Maling Saat Libur, Kerugian Capai Rp15 Juta

Senin, 05 Januari 2026 | 19:37 WIB
header img
Salah satu ruangan yang dibobol maling di MI Negeri 3 Lebak. Foto: Ist

LEBAK, iNewsBanten - Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri 3 Lebak yang berlokasi di Kampung Ciseke, Desa Jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, menjadi sasaran pencurian. Aksi pembobolan tersebut diduga terjadi pada malam hari saat sekolah tengah memasuki masa libur.

 

Sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar raib digondol pelaku. Salah seorang guru MI Negeri 3 Lebak, Pepen Supendi, mengungkapkan bahwa pelaku diduga masuk ke area sekolah dengan cara menjebol pintu ruang guru.

 

“Diduga kejadiannya malam hari. Pintu ruang guru dijebol, kemudian pelaku mengambil sejumlah barang milik sekolah,” ujar Pepen saat ditemui di lokasi, Senin (5/1/2025).

 

Menurut Pepen, barang-barang yang hilang di antaranya dua unit infokus, pompa air, mesin pemotong rumput, serta beberapa unit kipas angin. Bahkan, barang-barang kebutuhan harian dan perlengkapan ibadah juga turut digasak pelaku.

 

“Selain peralatan belajar, kopi, gula, hingga perlengkapan ibadah juga hilang. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta,” katanya.

 

Ia menambahkan, peristiwa pencurian ini bukan kali pertama dialami oleh sekolah tersebut. Minimnya sistem pengamanan menjadi salah satu faktor yang diduga mempermudah aksi pelaku.

“Kami sudah dua kali mengalami kemalingan. Sekolah belum memiliki kamera pengawas, bahkan penjaga sekolah pun belum ada karena keterbatasan anggaran dan aturan yang tidak memungkinkan merekrut tenaga baru,” ungkapnya.

 

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah berencana melaporkan peristiwa pencurian itu secara resmi kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti.

 

“Kami akan segera membuat laporan resmi supaya kejadian seperti ini tidak terus terulang,” ujarnya.

 

Pepen juga mengkhawatirkan dampak pencurian tersebut terhadap proses belajar mengajar. Pasalnya, fasilitas yang dicuri merupakan sarana penting bagi siswa.

 

“Kalau dibiarkan terus-menerus, tentu akan mengganggu kegiatan belajar mengajar. Apalagi yang hilang adalah fasilitas pendidikan,” pungkasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut