get app
inews
Aa Text
Read Next : Periksa 150 Saksi, Kejari Tangerang Dalami Tersangka Baru Kasus Korupsi BOP PKBM

Mensos Resmikan Sekolah Rakyat Rintisan di Tangerang, Tampung 400 Anak Putus Sekolah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 14:07 WIB
header img
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meresmikan Sekolah Rakyat Rintisan di Kawasan PPI Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026).

Tangerang, iNews Banten - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meresmikan Gedung Sekolah Rakyat Rintisan di kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).

Sekolah Rakyat Rintisan tersebut disiapkan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga marginal, termasuk anak yang putus sekolah dan selama ini tidak mendapatkan pendidikan secara layak.

Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, dari 400 anak yang telah dijangkau pendamping, sebanyak 300 siswa dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Rintisan.

Sementara 100 anak lainnya masih harus menjalani program matrikulasi atau penyetaraan untuk menyesuaikan kemampuan akademik, mental, dan sosial sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran.

"Yang dijangkau dalam sekolah rintisan tambahan ini adalah anak-anak yang sebagian tidak besar tidak sekolah dan putus sekolah.

Mereka kadang pada jam-jam sekolah itu mengamen atau mencari penghasilan atau pekerjaan di pasar-pasar atau di tempat-tempat umum," ujar Gus Ipul di Sekolah Rakyat Rintisan PPI Curug.

Menurutnya, sebagian anak yang dijangkau masih memiliki sejumlah kendala, seperti belum mampu membaca dan persoalan kesehatan. Karena itu, mereka membutuhkan pendampingan sebelum mengikuti proses pembelajaran secara penuh.

"Karena sebagian di antaranya ada yang belum bisa membaca, kemudian masih ada masalah-masalah kesehatan dan masalah-masalah lain," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat Rintisan diperlukan untuk mempercepat penanganan anak putus sekolah tanpa harus menunggu pembangunan gedung sekolah permanen selesai.

"Karena pembangunan itu butuh waktu, mungkin setahun, nah tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan, tahun lalu awal sudah terlaksana, ini contohnya," tuturnya.

Teddy mengatakan, saat ini telah berdiri 165 bangunan Sekolah Rakyat yang menampung sekitar 43.000 siswa. Pemerintah menargetkan jumlah siswa yang ditampung meningkat menjadi sekitar 150.000 orang pada 2027.

Selain itu, pemerintah tengah membangun sekitar 100 gedung Sekolah Rakyat baru di sejumlah kota besar. Gedung tersebut dirancang lebih besar dan memiliki fasilitas yang lebih memadai.

"Jadi secepat mungkin mereka-mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak, segera disekolahkan, mendapat ilmu, segera diberi penginapan, makan, kesehatan, dan ilmu yang baik, dan perlengkapan yang baik di sekolah," tegas Teddy.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut