Derita Tumor Ganas, Warga Mancak Kabupaten Serang Kesulitan Lanjutkan Pengobatan
SERANG, iNewsBanten – Keterbatasan ekonomi masih menjadi salah satu faktor yang menghambat sebagian warga memperoleh layanan kesehatan yang memadai. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan akses layanan kesehatan, seorang warga di Kabupaten Serang terpaksa menghentikan pengobatan karena keterbatasan biaya.
Di Kampung Cipanas Masjid, Desa Mancak, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, seorang perempuan bernama Lilis Nisnawati (41) yang menderita tumor ganas saat ini hanya bisa terbaring di rumahnya yang sederhana. Kondisi kesehatan Lilis dilaporkan semakin menurun, terutama pada bagian mata sebelah kanan yang mengalami pembengkakan dan menimbulkan rasa nyeri.
Suami pasien, Sobri, mengatakan bahwa pihak keluarga sebenarnya ingin melanjutkan pengobatan ke rumah sakit, namun keterbatasan biaya menjadi kendala utama.
“Kami ingin berobat lagi ke rumah sakit, tapi tidak punya biaya. Untuk makan sehari-hari saja kami masih kesulitan,” ujar Sobri kepada iNewsBanten, Senin (9/2/2026).
Sobri menjelaskan, meskipun keluarga telah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, masih terdapat kebutuhan lain yang sulit dipenuhi, seperti biaya transportasi menuju rumah sakit rujukan serta kebutuhan hidup selama proses pengobatan.
“Jarak rumah sakit rujukan cukup jauh, sementara ongkos transportasi dan kebutuhan lain selama berobat tidak sedikit. Itu yang membuat kami kesulitan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kondisi sang istri kerap kambuh dan saat ini mengalami demam serta pembengkakan yang semakin parah di area mata.
“Istri saya sering mengeluh badannya panas dan ingin diinfus, tapi kami belum bisa berbuat banyak karena tidak ada biaya,” tuturnya.
Kondisi tersebut menggambarkan masih adanya tantangan dalam pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu yang menderita penyakit serius. Keluarga berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar Lilis dapat kembali memperoleh perawatan medis yang layak.
Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa upaya peningkatan layanan kesehatan perlu diiringi dengan penguatan dukungan sosial, sehingga tidak ada warga yang terhambat mendapatkan pengobatan karena keterbatasan ekonomi.
Editor : Mahesa Apriandi