get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua Forum Kebangsaan Banten: Soeharto Layak Pahlawan Nasional, Tolak Penilaian Emosional.

Interaktif Bareng Santri, Kaesang Pangarep Awali Safari Ramadan PSI di Pandeglang

Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:06 WIB
header img
Kaesang Pangarep Ketua Umum PSI saat berbincang dengan salah seorang santri pada kunjungannya di Pandeglang. Foto: iNewsBanten.

PANDEGLANG, iNewsBanten – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, mengawali safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menyambangi dua pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian silaturahmi PSI dengan kalangan ulama dan santri selama bulan suci. Jum'at (27/02/2026).

 

Agenda pertama dilakukan di kediaman ulama kharismatik Abuya Muhtadi yang juga pengasuh Pondok Pesantren Roudotul Ulum Cidahu. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Fathul Ma’ani di Kecamatan Menes.

 

Dalam kegiatan tersebut, Kaesang didampingi Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali serta Ketua Dewan Pembina PSI Banten Ian Pribadi bersama jajaran pengurus lainnya.

 

Di hadapan para santri, Kaesang tampak santai dan interaktif. Ia bercengkrama sambil melontarkan sejumlah pertanyaan, mulai dari hafalan surat Al-Qur’an hingga pengetahuan umum, seperti nama Presiden RI kedua. Santri yang berhasil menjawab dengan benar langsung mendapat hadiah.

Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para santri tampak bersemangat mengikuti sesi tanya jawab tersebut.

 

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengatakan, safari Ramadan ini menjadi momentum penting bagi partainya untuk mempererat hubungan dengan ulama dan lingkungan pesantren.

 

“Karena ini bulan suci Ramadan, bulan yang baik, maka kami mengunjungi tempat-tempat yang baik dengan harapan mendapat berkah dari Allah SWT,” ujar Ali.

 

Menurutnya, kunjungan ke pesantren bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi kader PSI dalam memperdalam pemahaman keagamaan dan budaya.

“Saya sampaikan kepada kader PSI, jadikan pondok pesantren sebagai tempat belajar. Jadikan ulama dan kiai sebagai guru, terutama ketika lelah dalam kerja-kerja partai,” katanya.

 

Ali juga menekankan pentingnya menjadikan ulama sebagai rujukan dalam berbagai persoalan agar tidak terjadi perbedaan tafsir yang berujung pada kegaduhan di tengah masyarakat.

 

Ia mengingatkan agar pesantren dan kiai tidak dijadikan alat kepentingan politik praktis.

“Jangan pernah kiai dan pondok pesantren dijadikan alat politik untuk memenangkan partai,” tegasnya.

 

Kunjungan di Pandeglang ini, lanjut Ali, merupakan bagian dari rangkaian safari Ramadan PSI yang akan terus berlanjut ke sejumlah daerah lainnya sebagai bentuk silaturahmi dan penguatan hubungan dengan tokoh agama serta masyarakat.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut