get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua Forum Kebangsaan Banten: Soeharto Layak Pahlawan Nasional, Tolak Penilaian Emosional.

Miris! Dua Kelas Ambruk, Puluhan Siswa SD di Pandeglang Terpaksa Belajar di Dapur

Senin, 06 April 2026 | 11:32 WIB
header img
Kondisi salah satu ruang kelas yang terdampak pergerakan tanah, sehingga tidak bisa digunakan proses pembelajaran.

PANDEGLANG, iNewsBanten – Nasib pilu dialami puluhan siswa SDN Kutakarang 3, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar di ruang dapur dan perpustakaan setelah dua ruang kelas ambruk akibat pergerakan tanah. Senin (06/04/2026).

 

Kondisi tersebut diketahui telah berlangsung sejak awal Februari 2026. Meski berada di ruang darurat yang sempit dan jauh dari kata layak, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan segala keterbatasan.

 

Salah seorang guru, Ade, mengungkapkan bahwa sebelumnya bangunan yang roboh sempat direnovasi. Namun, kondisi tanah yang labil membuat bangunan kembali ambruk.

 

“Sudah dari awal Februari dipindahkan. Siswa masih belajar, tapi di perpustakaan sama dapur. Tanah di sini labil, jadi meskipun bangunannya bagus tetap bisa bergeser,” ujar Ade.

 

Dua ruang kelas yang roboh tersebut digunakan oleh siswa kelas 3 dan kelas 4, dengan total 26 siswa terdampak, masing-masing 10 siswa kelas 3 dan 16 siswa kelas 4.

 

Kini, para siswa harus belajar dalam kondisi berdesakan. Keterbatasan ruang membuat suasana belajar menjadi tidak nyaman dan kurang kondusif.

“Kurang nyaman, soalnya sempit berdesakan juga, kasihan mereka,” tambahnya.

 

Tak hanya dua ruang kelas yang ambruk, sejumlah bangunan lain di sekolah tersebut juga mulai menunjukkan tanda kerusakan berupa retakan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan semakin parah dan berdampak pada bangunan lainnya.

 

“Kalau dibiarkan, bisa mempengaruhi dua bangunan lainnya. Semua bangunan di sini rata-rata ada retakan,” jelas Ade.

 

Pihak sekolah pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk membangun kembali ruang kelas yang layak, agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali normal.

 

“Harapannya bisa dibangun lagi dua kelas, supaya siswa bisa belajar seperti sebelumnya,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti kondisi tersebut dengan berkoordinasi bersama Dinas Pendidikan.

 

“Ini menjadi pekerjaan rumah kami. Kami akan sampaikan ke Dinas Pendidikan untuk segera ditindaklanjuti, minimal ada renovasi atau perbaikan agar tidak mengganggu proses belajar mengajar,” kata Iing.

 

Ia juga mengakui bahwa kondisi infrastruktur pendidikan di Pandeglang masih menjadi tantangan besar. Dari sekitar 1.000 sekolah, diperkirakan sekitar 30 persen mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat.

 

“Kerusakan ini cukup signifikan. Ini menjadi PR kami bersama,” ujarnya.

 

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui program revitalisasi pendidikan guna mempercepat perbaikan infrastruktur sekolah.

 

“Kami fokus mendorong percepatan pembangunan pendidikan. Ini bagian dari investasi untuk mencetak generasi yang unggul ke depan,” pungkasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut