get app
inews
Aa Text
Read Next : Tim SAR Gabungan Temukan Nelayan Jatuh di Perairan Lontar Kabupaten Serang

Cuaca Buruk Hambat Pencarian Nelayan Hilang di Laut Kalianda

Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:20 WIB
header img
Cuaca Buruk Hambat Pencarian Nelayan Hilang di Laut Kalianda (Foto:List)

SERANG, iNewsBanten- Operasi pencarian terhadap Ajum (52/53), nelayan asal Pandeglang, Banten, yang hilang setelah kapal nelayan KM Bima Suci tertabrak kapal kargo di perairan Kalianda, Lampung Selatan, resmi dihentikan oleh Tim SAR gabungan setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil.

 

Lautan di perairan Kalianda, Lampung Selatan, kembali menunjukkan sisi kelamnya. Setelah tujuh hari pencarian yang melelahkan di bawah bayang-bayang gelombang besar, harapan untuk menemukan Ajum (52), nelayan asal Pandeglang yang hilang ditelan malam, akhirnya menemui titik buntu. Tim SAR Gabungan resmi mengetok palu, operasi pencarian dihentikan.

 

Tragedi ini bermula pada Selasa dini hari, 5 Mei 2026. Kala itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 03.00 WIB. Di tengah kegelapan total Selat Sunda, KM Bima Suci yang sedang mencari nafkah tiba-tiba berhadapan dengan maut.

 

Sebuah kapal kargo raksasa muncul dari kegelapan dan menghantam perahu kayu tersebut hingga hancur. Dari empat nyawa yang ada di atas kapal, tiga orang berhasil lolos dari maut setelah berjuang melawan dinginnya air laut.

 

Namun, Ajum tidak seberuntung rekan-rekan sejawatnya. Sejak benturan keras itu terjadi, sosok pria paruh baya itu raib, menyisakan misteri di kedalaman perairan Merak Belantung.

 

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengungkapkan bahwa penghentian operasi ini adalah keputusan berat yang harus diambil sesuai prosedur standar (SOP). Selama sepekan terakhir, personel dari Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga BPBD telah mengerahkan segala daya.

 

“Operasi pencarian terhadap korban nelayan hilang resmi dihentikan setelah dilakukan pencarian maksimal selama tujuh hari,” ujar Rezie dengan nada berat di Kalianda, Kamis (14/5/2026).

 

Penyisiran bukan tanpa kendala. Tim SAR harus berhadapan dengan cuaca yang tidak menentu dan amukan gelombang yang berkali-kali menghambat pergerakan kapal patroli. Meski koordinasi dengan nelayan setempat terus dijalin, laut seolah enggan menyerahkan apa yang telah diambilnya.

 

 

 

Meski secara administratif operasi ini telah ditutup, komitmen tim di lapangan tidak lantas berhenti total. Rezie menegaskan bahwa pihaknya tetap dalam posisi siaga jika ada tanda-tanda baru mengenai keberadaan korban.

 

“Kami tetap melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan masyarakat pesisir. Jika ada informasi atau temuan tanda-tanda korban, kami meminta warga segera melapor,” tambahnya

 

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut