get app
inews
Aa Text
Read Next : 5 Kali Beturut-turut, Kabupaten Tangerang Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Banten

Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Diprediksi Meningkat 20 Persen saat Kemarau Ekstrem

Kamis, 16 Juli 2026 | 12:48 WIB
header img
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang memperkirakan kasus ISPA berpotensi meningkat hingga 20 persen selama musim kemarau ekstrem

Tangerang, iNews Banten - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang memperkirakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) berpotensi meningkat hingga 20 persen selama musim kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung pada Juli hingga September 2026.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan peningkatan kasus ISPA diperkirakan terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang. Menurutnya, cuaca kering saat musim kemarau menjadi salah satu faktor yang dapat memicu meningkatnya gangguan saluran pernapasan.

"Kalau untuk kemarau ini tetap ISPA yang dominan. Kalau ISPA itu merata Karena itu secara endemi itu bisa meningkat sampai 20 persen di semua Puskesmas atau pusat pelayanan," kata Hendra, Kamis (16/7/2026).

Hendra mengatakan balita dan lanjut usia (lansia) menjadi kelompok yang paling rentan terdampak ISPA. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat untuk segera melakukan pengobatan di fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala ISPA agar tidak berkembang menjadi pneumonia.

"Yang rentan ISPA menjadi pneumonia itu pada lansia dan balita, kalau terjadi ISPA pada anak balita itu rentan untuk angka kematiannya lebih tinggi dan angka kesakitannya lebih ‎tinggi," ungkapnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Dinkes Kabupaten Tangerang menyiapkan pelayanan deteksi dini di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Petugas kesehatan akan memeriksa balita yang datang dengan keluhan batuk, pilek, demam, maupun gejala lain guna memastikan apakah infeksi masih tergolong ISPA atau telah berkembang menjadi pneumonia.

"Pneumoni di Posyandu balita pada datang itu, biasanya mereka akan mengeluh tuh ada keluhan batuk, pilek, demam, atau diare dan segala macam. Itu nanti yang akan kita identifikasi apakah ini ISPA atau sudah masuk ke dalam bronkopneumonia atau pneumonia," tuturnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut