Puncak Musim Kemarau Segera Tiba, Risiko Bencana Hidrometeorologi Mengintai Lebak
Lebak, iNewsBanten.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca yang semakin kering dinilai berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari krisis air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Lebak akan memasuki periode puncak musim kemarau dalam beberapa pekan ke depan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kerawanan di sejumlah wilayah yang selama ini kerap mengalami kekeringan saat curah hujan menurun.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan dan langkah antisipasi bersama sejumlah instansi terkait guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan. Rabu (24/7/2026)
Menurutnya, ancaman utama yang perlu diwaspadai masyarakat selama musim kemarau adalah berkurangnya ketersediaan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran lahan, serta gangguan terhadap sektor pertanian yang menjadi penopang ekonomi warga di sejumlah kecamatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas. Selain itu, penggunaan air harus dilakukan secara bijak agar ketersediaannya tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung," ujar Sukanta.
BPBD juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran ataupun wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih. Pelaporan dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan dampaknya tidak meluas.
Selain meningkatkan kesiapsiagaan petugas, BPBD mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berperan dalam upaya mitigasi bencana dengan menjaga lingkungan serta mengantisipasi potensi risiko yang muncul selama musim kemarau.
"Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi dampak bencana. Dengan langkah antisipasi sejak dini, risiko kekeringan maupun kebakaran lahan dapat ditekan semaksimal mungkin," pungkasnya.
Editor : Mahesa Apriandi