get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus ISPA di Kabupaten Tangerang Diprediksi Meningkat 20 Persen saat Kemarau Ekstrem

Kemarau Ekstrem, Pemprov Banten Siapkan Status Siaga Bencana Kekeringan

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:03 WIB
header img
Petugas menyalurkan bantuan air bersih kepada sejumlah warga terdampak kekeringan

Tangerang, iNews Banten - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengkaji penetapan status siaga bencana untuk mengantisipasi dampak musim kemarau ekstrem yang berpotensi memicu kekeringan dan kebakaran di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin mengatakan, keputusan penetapan status siaga bencana masih menunggu rapat evaluasi yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

"Ini kami harus rapat sebetulnya, untuk penentuan status peningkatan di Banten sebagai Siaga Bencana. Karena tadi ada hal lain mungkin kita tunda minggu depan untuk kepastiannya," kata Lutfi dikutip Rabu (29/7/2026).

Lutfi menjelaskan, penetapan status siaga diperlukan sebagai dasar hukum dalam penanganan bencana, termasuk untuk memudahkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) apabila dibutuhkan.

"Sebetulnya sama mengalir aja, kalau kalau status dul sebetulnya untuk legalitas aja ketika kita nanti ingin memanfaatkan kaitannya dengan pendanaan di APBD kita harus punya status siaga. Dana tak terduga itu, iya itu harus kita menentukan status level dulu," ungkapnya.

Menurut Lutfi, Provinsi Banten diperkirakan menghadapi musim kemarau terpanjang dalam beberapa tahun terakhir akibat fenomena El Nino. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 sehingga berpotensi meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran di sejumlah daerah.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, BPBD Provinsi Banten telah menginstruksikan BPBD di seluruh kabupaten dan kota untuk mempercepat distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, Pemprov Banten berencana membangun sumur bor di sejumlah wilayah yang rawan mengalami krisis air bersih. Sumur tersebut dirancang memiliki kedalaman sekitar 100 meter dan akan dibangun di fasilitas umum.

"Kita akan membuat sumur-sumur di beberapa titik, tentunya titiknya itu bukan di aset pribadi, tapi seperti di musala," jelasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut