get app
inews
Aa Text
Read Next : Air Sungai Cidahu Keruh, Perusahaan Tambang Klaim Dipicu Faktor Hujan

Kekurangan Dokter Radiologi, Dinkes Banten Manfaatkan Rontgen Portabel Berbasis AI

Senin, 24 Agustus 2026 | 10:02 WIB
header img
Dinkes Provinsi Banten memanfaatkan teknologi rontgen portabel berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis. (Foto: Sultan Tanjung)

Tangerang, iNews Banten - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten memanfaatkan teknologi rontgen portabel berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam program cek kesehatan gratis (CKG).

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti mengatakan, penggunaan teknologi tersebut dilakukan untuk mengatasi kendala keterbatasan dokter spesialis radiologi dalam menganalisis hasil rontgen.

"Dan dengan portabel rontgen yang menggunakan teknologi canggih dengan AI jadi ini tidak memerlukan lagi dokter spesialis, karena memang keterbatasan dokter spesialis radiologi. Maka dengan pembacaan AI ini kita akan lebih mempermudah untuk pelayanan," ujar Ati, Senin (24/8/2026).

Ati mengeklaim, hasil analisis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh alat rontgen portabel berbasis AI itu memiliki tingkat akurasi lebih dari 99 persen.

"Iya, karena ini sudah uji coba semuanya, tahapan uji coba 99,99 persen ini semua akurasinya tercapai," katanya.

Kendati demikian, Ati menyebut, peran dokter spesialis tetap dilibatkan untuk dimintai pendapat medis apabila didapati hasil pemeriksaan yang meragukan.

"Jika ada keraguan kami tetap konsultasi ke dokter spesialis radiologi itu," ungkapnya.

Ati menjelaskan, pemanfaatan rontgen portabel berbasis AI ini ditujukan untuk membantu proses skrining masalah kesehatan, terutama penyakit Tuberkulosis (TBC). Ia menambahkan, teknologi tersebut memungkinakn petugas membawa perangkat pemeriksaan langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah.

"Seluruh kegiatan yang ada dengan integrasi CKG dan penyaringan TBC, kami menggunakan rontgen portabel yang kita bawa-bawa ke mana-mana dan secara aktif jemput bola. Kita tidak menunggu masyarakat yang datang ke puskesmas, tetapi kita yang harus jemput bola ke masyarakat," pungkasnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut