Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Kepanikan akibat Erupsi Anak Krakatau, Bupati Tangerang Minta Warga Waspadai Hoaks
Advertisement . Scroll to see content

Pemkab Tangerang Kebut Revisi RTRW Jelang Pembangunan MRT Kembangan-Balaraja

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:37 WIB
  • author Sultan Tanjung
Pemkab Tangerang Kebut Revisi RTRW Jelang Pembangunan MRT Kembangan-Balaraja
Ilustrasi MRT Kembangan - Balaraja.

Tangerang, iNews Banten - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten, mempercepat revisi Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai persiapan pembangunan dan integrasi transportasi massal Moda Raya Terpadu (MRT) Kembangan-Balaraja dengan Bus Rapid Transit (BRT).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy mengatakan, revisi RTRW diperlukan untuk memastikan rencana pengembangan transportasi massal memiliki dasar kebijakan di tingkat daerah.

"Paling utama itu dari sisi tata ruangnya. Kita harus mempersiapkan, terutama tadi, connecting BRT dengan MRT. Berarti harus tertuang di dalam dokumen rencana tata ruang kita terkait dengan pengembangan sistem transportasi massalnya," kata Erwin, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, Perda RTRW nantinya menjadi payung kebijakan bagi pengembangan sistem BRT yang terhubung dengan jalur MRT Kembangan-Balaraja.

"Program BRT/MRT itu akan menjadi salah satu masukan muatan dalam RTRW sebagai bentuk kesiapan kita (Pemkab Tangerang) bahwa sistem transportasi massal ini memang secara kebijakan sudah ada di pemerintah daerah," ungkapnya.

Erwin mengatakan, rencana pembangunan MRT Kembangan-Balaraja saat ini masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study Pemerintah Provinsi Banten dan DKI Jakarta.

Studi tersebut mencakup kajian skema pembiayaan pembangunan serta peluang kerja sama dengan pihak swasta. Sejumlah pengembang yang disebut telah masuk dalam konsorsium pembangunan MRT Kembangan-Balaraja di antaranya Summarecon, Alam Sutera, Paramount, dan Lippo Karawaci.

"Di studi kelayakan itu dari sisi pembiayaan diukur yang paling feasible, apakah pembiayaannya dari pemerintah atau bahkan ada potensi kontribusi dari para pengembang," katanya.

Berdasarkan rancangan, jalur MRT Kembangan-Balaraja memiliki panjang sekitar 30 kilometer dan akan melintasi sejumlah wilayah dengan 14 stasiun.

Stasiun tersebut meliputi Balaraja, Cibadak, Pasir Gadung, Otonom, Bunder, Kadu, Bencongan, Danau Ranau, Kelapa Dua, Kebon Nanas, Panunggangan, Kunciran, Hasyim Ashari hingga Karang Tengah.

Sementara itu, layanan BRT disiapkan sebagai angkutan pengumpan (feeder) yang menghubungkan kawasan permukiman dengan titik-titik stasiun MRT.

"Kita berharap BRT ini connecting ke MRT. Jadi terkoneksi dengan stasiun-stasiun MRT yang ada supaya terintegrasi satu sama lain," jelas Erwin.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut