Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Kepanikan akibat Erupsi Anak Krakatau, Bupati Tangerang Minta Warga Waspadai Hoaks
Advertisement . Scroll to see content

Sungai Cimanceuri Tangerang Menghitam dan Berbau, DLHK Telusuri Dugaan Pencemaran

Rabu, 16 September 2026 | 13:13 WIB
  • author Sultan Tanjung
Sungai Cimanceuri Tangerang Menghitam dan Berbau, DLHK Telusuri Dugaan Pencemaran
Aliran Sungai Cimanceri, Kabupaten Tangerang, Banten, menghitam dan berbau. (Foto: Istimewa).

Tangerang, iNews Banten- Warga di sekitar aliran Sungai Cimanceuri, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai resah setelah kondisi air sungai berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau menyengat dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut terlihat pada aliran Sungai Cimanceuri yang melintasi perbatasan Desa Budi Mulya, Kecamatan Cikupa, dan Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa.

Salah seorang warga Desa Budi Mulya, Budiman, mengatakan perubahan warna dan bau air sungai mulai dirasakan warga sejak beberapa minggu terakhir. Kondisi tersebut semakin mengganggu karena debit air sungai juga menyusut akibat musim kemarau.

"Kami jadi khawatir karena kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan di sekitar permukiman," ujar Budiman dikutip Rabu (16/9/2026).

Menurut Budiman, perubahan kondisi air sungai membuat warga mempertanyakan penyebab menurunnya kualitas air. Bau menyengat yang muncul dari aliran sungai juga menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Warga lainnya, Rukmini, mengatakan kondisi Sungai Cimanceuri perlu mendapat perhatian karena alirannya berada dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.

"Karena itu, kepastian mengenai penyebab air sungai menghitam dan berbau menjadi penting. Pengawasan juga diperlukan agar pencemaran tidak berlarut dan kualitas lingkungan di sekitar permukiman tetap terjaga," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Sandy Nugraha mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi lapangan untuk mengetahui penyebab perubahan kondisi air Sungai Cimanceuri.

Dari penelusuran awal, DLHK menemukan kondisi air yang sebelumnya normal berubah menjadi hitam dan berbau setelah aliran sungai melewati kawasan industri Milenium.

"Kami menduga terdapat aktivitas industri yang berkaitan dengan perubahan kondisi air tersebut. Namun, dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut. Karena kami sudah dapat segmen areanya," kata Sandy.

DLHK Kabupaten Tangerang selanjutnya akan meminta data perusahaan yang berada di sekitar aliran Sungai Cimanceuri kepada pengelola kawasan industri Milenium.

Data tersebut akan digunakan untuk menelusuri aktivitas industri yang berpotensi memengaruhi kualitas air sungai.

"Kami mau minta informasi terkait industri yang masuk jalur Cimanceuri ini yang diduga berkontribusi mencemari. Sehingga kami dapat memastikan sumber perubahan kualitas air berdasarkan hasil pemeriksaan, sekaligus mengambil langkah apabila ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan lingkungan hidup," pungkasnya.

Editor: Mahesa Apriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut