get app
inews
Aa Text
Read Next : Atap Bocor dan Lantai Tanah, Lansia 70 Tahun di Warunggunung Pasrah Menatap Rumahnya yang Lapuk

Kirab Budaya dan Sawer Gunung Warnai Hari Ketujuh Seren Taun Kasepuhan Cisitu

Senin, 13 Juli 2026 | 13:58 WIB
header img
Foto: ketua adat yoyo dan para tamu undangan, wakil bupati Lebak Amir Hamzah dan kadis pariwisata provinsi Banten

LEBAK, iNewsBanten.id – Memasuki hari ketujuh pelaksanaan Seren Taun Kasepuhan Cisitu 2026, masyarakat adat menggelar Kirab Budaya yang dirangkaikan dengan prosesi sakral Sawer Gunung. Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus doa untuk keberkahan musim tanam berikutnya.

 

Rangkaian Seren Taun berlangsung sejak 6 Juli dan dijadwalkan berakhir pada 13 Juli 2026. Tahun ini, pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Dana Indonesiana sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga, memajukan, dan mengembangkan warisan budaya Indonesia agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

 

Ketua Adat Kasepuhan Cisitu, H. Yoyo Yohenda, mengatakan Seren Taun memiliki aturan adat yang diwariskan secara turun-temurun sejak berdirinya Kasepuhan Cisitu pada tahun 1685. Menurutnya, seluruh rangkaian prosesi tetap dilaksanakan sesuai ketentuan leluhur.

"Setiap prosesi memiliki aturan adat yang tidak berubah. Yang berbeda hanya waktu pelaksanaannya mengikuti kalender setiap tahun. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil pertanian yang kami peroleh," ujar H. Yoyo Yohenda.

 

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan Seren Taun sebagai identitas masyarakat adat agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

 

Selain menjaga tradisi, masyarakat adat Kasepuhan Cisitu juga terus berupaya melestarikan lingkungan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. H. Yoyo berharap Pemerintah Kabupaten Lebak, Pemerintah Provinsi Banten, hingga Pemerintah Pusat dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan menuju kawasan Kasepuhan Cisitu yang hingga kini masih membutuhkan perhatian.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur akan memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, sekaligus mendorong berkembangnya potensi wisata budaya di kawasan adat.

 

Seren Taun Kasepuhan Cisitu 2026 menjadi bukti bahwa tradisi leluhur yang telah bertahan sejak tahun 1685 masih terus hidup dan dijaga. Selain menjadi identitas masyarakat adat di Kabupaten Lebak, tradisi ini juga menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banten kepada masyarakat luas.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut