get app
inews
Aa Text
Read Next : Diduga Cemari Lingkungan, KLH Segel Lapak Pengolahan Limbah Aluminium Foil di Tangerang

Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen, Pemkab Tangerang Petakan Lahan Pertanian Terdampak

Selasa, 21 Juli 2026 | 19:36 WIB
header img
Indonesia saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan dan berpengaruh terhadap pertanian yakni gagal panen akibat kebanjiran. (Foto: SINDOnews)

Tangerang, iNews Banten - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai memetakan lahan pertanian yang berpotensi mengalami gagal panen akibat kekeringan selama musim kemarau panjang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Ujang Sudiartono mengatakan, pendataan lahan terdampak masih terus dilakukan. Sejumlah wilayah yang telah teridentifikasi berpotensi mengalami kekeringan antara lain Kecamatan Rajeg, Gunung Kaler, Mekar Baru, dan Kronjo.

"Terkait dengan lokasi yang mengalami kekeringan hingga saat ini pendataan masih berproses," kata Ujang, Selasa (21/7/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Stasiun Klimatologi Banten, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026. Fenomena kemarau panjang yang disebut El Nino diprediksi berlangsung selama 19 hingga 27 dasarian dengan curah hujan sangat rendah, berkisar 0 hingga 50 milimeter.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di lahan pertanian dan mengancam produktivitas tanaman milik petani di Kabupaten Tangerang.

"Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG Stasiun Klimatologi Banten menunjukkan bahwa prakiraan kemarau panjang puncaknya terjadi pada Agustus sampai Oktober 2026, dengan curah hujan diprediksi berkisar 0 sampai 50 milimeter," ujarnya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, DPKP telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta Pemerintah Provinsi Banten guna menyiapkan berbagai program bantuan bagi petani yang terdampak.

Menurut Ujang, langkah mitigasi difokuskan pada penguatan infrastruktur pengairan serta percepatan pemulihan sektor pertanian agar risiko gagal panen dapat ditekan.

"Langkah mitigasi ini difokuskan pada penyediaan infrastruktur pengairan dan pemulihan sektor pertanian. Sejumlah program bantuan yang disiapkan," ujarnya.

Sejumlah program yang disiapkan meliputi pembangunan irigasi perpompaan dan perpipaan, pembuatan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), optimalisasi lahan pertanian, hingga penyaluran benih bagi kelompok tani yang mengalami puso atau gagal panen.

Selain itu, pemerintah juga akan menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendukung untuk menjaga produktivitas pertanian tetap berjalan di tengah ancaman musim kemarau panjang.

"Hingga sarana dan prasarana pendukung lainnya guna menjaga produktivitas pertanian tetap berjalan," ucapnya.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut