Spanduk Penolakan Safari Jokowi Muncul di Tangerang, PSI Tak Ingin Berspekulasi
Tangerang, iNews Banten - Sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap rencana kedatangan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Tangerang, Banten.
Berdasarkan pengamatan iNews.id , spanduk tersebut terlihat di Jalan Raya Pemda Tigaraksa, tepat di depan gerbang Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, serta di tepi Jalan Raya Serang, Kecamatan Cikupa.
Spanduk tersebut menampilkan foto Jokowi dengan simbol larangan. Terdapat pula tulisan yang menyatakan penolakan terhadap kunjungan Jokowi ke Banten.
"Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya," demikian tulisan yang tertera pada spanduk tersebut.
Sejumlah logo organisasi masyarakat juga terlihat di bagian atas spanduk, di antaranya Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Banten, Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI, Koalisi Rakyat Banten, dan Tim Pemburu Ijazah Palsu.
Seorang juru parkir di kawasan Jalan Raya Pemda Tigaraksa, Marko Andrian, mengatakan spanduk tersebut telah terpasang sekitar empat hari lalu. Namun, ia tidak mengetahui pihak yang memasang spanduk tersebut.
"Empat hari yang lalu udah ada spanduk ini. Tapi saya enggak tahu prosesnya sama siapa yang masang, tahu-tahu pas saya markir, spanduk udah ada," kata Marko, Selasa (25/8/2026).
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Banten, Andreas Arie menilai, kemunculan spanduk penolakan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik.
Menurut Andreas, setiap kelompok masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan pandangannya.
"Kalau dari kami sebenarnya ya ini hal yang wajar saja sih. Biasalah dalam dinamika politik ya ada aksi-aksi seperti ini. Kita menghargai kebebasan berpendapat, menghargai pendapat atau pandangan dari sekelompok masyarakat," ujar Andreas.
Andreas membenarkan adanya rencana kunjungan Jokowi ke Banten. Namun, ia mengatakan belum mengetahui secara pasti jadwal kunjungan tersebut.
Ia juga membantah anggapan bahwa kunjungan Jokowi merupakan bagian dari safari politik. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan safari budaya untuk mengapresiasi keberagaman budaya di daerah.
"Jadi memang Safari Budaya ini kan salah satu bentuk penghargaan atau salah satu bentuk penghormatan kunjungan tersebut. Kita akan mengapresiasi di tiap daerah itu ada budaya-budaya yang ada," jelasnya.
Terkait spanduk penolakan tersebut, Andreas mengaku tidak ingin berspekulasi mengenai motif maupun pihak yang memasangnya.
Ia meminta seluruh kader, pengurus, dan simpatisan PSI untuk tetap tenang serta tidak terpancing dengan munculnya spanduk tersebut.
"Kami tidak bisa menduga seperti apa yang disampaikan tadi. Tapi bagi kami, kami pun juga di internal telah meminta kepada seluruh kader, simpatisan, pengurus untuk tetap tenang dan tidak terpancing menghadapi spanduk-spanduk penolakan ini," tegasnya.
Editor : Mahesa Apriandi