BreakingNews! Sheikh Ibrahim Al Madani Wafat Usai Kumandangkan Azan Subuh Terakhir di Masjidil Haram
Dalam perjalanan hidupnya, ia pernah mengunjungi Makkah bersama sang ayah dan bertemu Sheikh Abdul Latif Mulla, mantan muazin Masjidil Haram yang juga memiliki hubungan persahabatan dengan kakeknya.
Sheikh Ibrahim Al Madani kemudian dikenal sebagai salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Para muazin tersebut menjalankan tugas secara bergantian untuk mengumandangkan azan pada waktu-waktu salat.
Selain dikenal melalui lantunan azan Subuh dan takbir, Al Madani juga menjalankan tugas keagamaan lainnya, termasuk menyampaikan tabligh.
MENANGIS SAAT PERTAMA KALI AZAN DI MASJIDIL HARAM
Dalam sebuah wawancara di Podcast Ashraqat, Sheikh Ibrahim Al Madani pernah mengungkapkan pengalaman emosional ketika pertama kali dipercaya mengumandangkan azan di Masjidil Haram.
Ia mengaku tak mampu menahan air mata ketika menyaksikan jemaah melakukan tawaf mengelilingi Kakbah, sementara suara azannya terdengar melalui pengeras suara Masjidil Haram.
Pengalaman tersebut membuatnya merenungkan besarnya amanah yang diberikan kepadanya.
Ia bahkan mempertanyakan bagaimana dirinya bisa mendapatkan kesempatan untuk mengumandangkan azan di tempat yang dianggap suci oleh umat Islam di seluruh dunia.
Dalam wawancara yang sama, Al Madani juga pernah menjelaskan mengenai perbedaan karakter lantunan azan antara Makkah dan Madinah, dua kota suci yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat.
Kini, lantunan azan Sheikh Ibrahim Al Madani menjadi bagian dari kenangan bagi jemaah yang pernah mendengarnya dari Masjidil Haram.
Editor: Mahesa Apriandi