Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Memikirkan Zat Allah

Rusman H Siregar
Ini Alasan Mengapa Kita Dilarang Memikirkan Zat Allah Memikirkan Zat Allah dapat menyebabkan keguncangan karena akal manusia tak akan mampu mencernanya. Maka sebaiknya berpikirlah tentang ciptaan-Nya. Foto/SINDOnews

SERANG, iNewsBanten - Sebagian orang awam dan kelompok pemuja akal mungkin sering bertanya tentang Zat Allah, Tuhan pencipta semesta alam. Berikut alasan mengapa kita (manusia) dilarang memikirkan zat-Nya.

Dalam Hadis, Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam berpesan agar kita tidak sekali-kali memikirkan tentang Zat Allah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu secara marfu menyebutkan bahwa Nabi bersabda:

تفكَّروا فِي الْخَلْقِ وَلَا تُفَكِّرُوا فِي الْخَالِقِ، فَإِنَّهُ لَا تُحِيطُ بِهِ الفِكْرة

Artinya: "Pikirkanlah tentang makhluk dan janganlah kalian memikirkan tentang Khaliq (Pencipta), karena sesunguhnya Dia tidak dapat diliput oleh pemikiran."

Dalam riwayat lain, beliau bersabda:

تَفَكًّرُوْافِىْ آيَاتِ اللَّهِ وَلَا تَفَكَّرُوْافِى اللَّهِ فَإِنَّكُمْ لَمْ تُقَدِّرُوْهُ حَقَّ قَدْرِهِ

Artinya: "Pikirkanlah kekuasaan-kekuasaan Allah dan janganlah kau pikirkan Zat-Nya. Sesungguhnya kamu tak akan mampu memikirkan hakikat-Nya." (HR Ibnu Hibban)

Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى

Artinya: "Dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu)." (QS An-Najm: Ayat 42)

Berkenaan dengan ayat ini, Rasulullah SAW bersabda: "Tidak boleh memikirkan tentang Tuhan."

Al-Bagawi mengemukakan, setan datang kepada seseorang di antara kalian, lalu mengatakan (membisikkan kepadanya), "Siapakah yang menciptakan ini dan siapakah yang menciptakan ini?" Hingga akhirnya setan mengatakan: "Siapakah yang menciptakan Tuhanmu?"

Editor : Mahesa Apriandi

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update