Salah satu orator aksi, Erlan Priadi, menyebut program 100 hari kerja Wali Kota Serang gagal total.
Ia menyoroti masih buruknya layanan publik di berbagai sektor.
Menurutnya, tumpukan sampah masih banyak ditemukan di sejumlah titik kota.
Warga miskin masih kesulitan mengakses fasilitas kesehatan yang layak.
Angka pengangguran juga dinilai tinggi dan belum ada solusi konkret dari pemerintah.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan rusak di banyak wilayah belum mendapat penanganan serius.
Erlan juga menyebut kualitas pendidikan di Kota Serang masih memprihatinkan.
Menurut Erlan, Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Nur Agus Aulia lebih banyak menampilkan gaya kepemimpinan populis.
Program unggulan seperti “Serang Menyala” dan “Serang Bersih” dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Ia menyindir bahwa program-program tersebut hanya menjadi slogan politik tanpa aksi nyata.
Mahasiswa juga menuding kepemimpinan Wali Kota penuh dengan pencitraan dan gimmick belaka.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
