Dugaan Korupsi Laptop Rp9,9 T, Permahi Untirta Desak Kejagung Periksa Semua Pihak Hingga Eks Menteri
Evaluasi Total Digitalisasi dan Reformasi Birokrasi Pendidikan
Lebih jauh, Zavina menyebut kasus ini memperlihatkan kegagalan reformasi birokrasi di sektor pendidikan. Alih-alih menjadi sarana digitalisasi yang merata, proyek ini malah sarat kepentingan bisnis dan transaksi kekuasaan.
“Digitalisasi pendidikan tidak bisa dibangun dengan pendekatan proyek semata. Tanpa infrastruktur yang merata, dan hanya mengandalkan pengadaan perangkat, maka hasilnya seperti sekarang: mubazir dan rawan dikorupsi,” katanya.
Permahi Untirta mendorong agar pemerintah menjadikan kasus ini sebagai momen evaluasi menyeluruh atas proyek-proyek pendidikan berbasis teknologi. Zavina juga menekankan pentingnya mengembalikan semangat pendidikan sebagai alat pembebasan dan pembangunan, bukan ladang basah untuk elite birokrasi.
“Pendidikan harus kembali ke khitahnya: mencerdaskan bangsa, bukan dijadikan ruang gelap untuk memperkaya diri sendiri,” tutup Zavina.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
