Ia menekankan, kecepatan teknologi harus diimbangi dengan verifikasi yang ketat, etika, serta tanggung jawab jurnalistik agar informasi yang diterima publik tetap akurat dan terpercaya. Andra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers atas dedikasi dan konsistensinya dalam mengawal kepentingan publik.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar mengingatkan bahwa di era algoritma dan kecerdasan artifisial, verifikasi serta etika menjadi pembeda utama antara fakta dan rekayasa informasi.
“Tanpa verifikasi dan etika, informasi bisa menyesatkan. Pers harus menjaga nurani dan tanggung jawab sejarahnya,” kata Muhaimin.
Ketua PWI Pusat Ahmad Munir menambahkan, kebebasan pers harus berjalan seiring dengan profesionalisme, akurasi, dan keberimbangan melalui kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
