SERANG, iNewsBanten - Pawai obor dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi berlangsung khidmat dan meriah di lingkungan sekitar Musholla Nurkarim, Selasa malam (17/2/2026). Kegiatan tersebut diikuti para santri, orang tua, serta warga sekitar.
Pawai dimulai dari halaman Musholla Nurkarim dan dilanjutkan dengan berkeliling kompleks perumahan dengan rute sejauh beberapa kilometer. Sejak awal keberangkatan, peserta tampak antusias mengikuti kegiatan sambil membawa obor dan melantunkan sholawat.
Sepanjang perjalanan, masyarakat yang berada di sekitar rute pawai menyambut positif kegiatan tersebut. Tidak sedikit warga yang mengabadikan momen pawai obor menggunakan ponsel sebagai bentuk apresiasi.
Saat memasuki jalan utama perumahan, arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan. Hal ini disebabkan panjangnya barisan peserta pawai yang memadati ruas jalan, ditambah kondisi hujan yang turun di tengah perjalanan.
Hujan deras disertai angin kencang sempat membuat seluruh obor yang dibawa peserta padam. Meski demikian, pawai tetap dilanjutkan sesuai rute yang telah ditentukan atas arahan panitia melalui mobil komando.
Di tengah hujan, semangat peserta tidak surut. Mereka tetap berjalan sambil melantunkan sholawat yang diiringi alunan rebana, menciptakan suasana religius dan penuh kekhidmatan.
Setelah hujan mulai mereda, para peserta kembali menyalakan obor-obor mereka. Obor tersebut terbuat dari tabung bambu yang diisi minyak tanah dan sumbu kain, sehingga mampu menyala cukup lama.
Panitia kegiatan, Felda Rahma Ristiani, mengatakan pawai obor ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk syiar Islam dan kebersamaan warga.
“Pawai obor ini rutin kami gelar setiap tahun sebagai bentuk syiar menyambut Ramadhan sekaligus untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan anak-anak terhadap kegiatan keagamaan,” ujar Felda.
Pada barisan terdepan, peserta membentangkan spanduk bertuliskan “Marhaban Ya Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi”. Setelah menempuh rute yang telah ditentukan, rombongan pawai akhirnya kembali ke titik awal di Musholla Nurkarim. Meski dalam kondisi basah kuyup, para peserta tetap menunjukkan semangat hingga kegiatan selesai.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
