Mahasiswa juga mendesak penertiban mobil pengangkut pasir yang beroperasi di luar jam operasional serta evaluasi dapur program MBG yang disebut belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Musail menegaskan pihaknya tidak anti terhadap pemerintah. Namun, ia memastikan aksi lanjutan akan digelar jika tuntutan tidak direspons secara serius.
“Kalau tidak ada respons nyata, kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Lebak terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
