Namun demikian, Arlan mengakui belum semua jalan rusak dapat diperbaiki karena keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia. Saat ini, program Bang Andra baru mampu menangani sekitar 30 titik dari ratusan proposal yang diajukan masyarakat.
“Gubernur terus berupaya mempercepat pembangunan dengan berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia,” ujar Arlan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
