“Kalau bisa, utamakan putra-putri daerah yang tinggal di sini agar lebih cepat tanggap. Jangan sampai fasilitas ada, tapi tidak bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Hamzah menambahkan, sebenarnya banyak warga Pulau Tunda yang memiliki potensi untuk menjadi tenaga kesehatan. Ia berharap pemerintah membuka peluang agar mereka dapat mengabdi di daerah sendiri.
Peristiwa ini menjadi potret nyata ketimpangan layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Di tengah kemudahan akses medis di perkotaan, warga Pulau Tunda masih harus menghadapi keterbatasan, bahkan untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk segera membenahi layanan kesehatan. Sebab, di balik keindahan Pulau Tunda, masih tersimpan persoalan mendasar terkait hak masyarakat atas layanan kesehatan yang layak.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
