Perwakilan warga menyebutkan, dari sekitar 200 karyawan yang bekerja di PT Mowilex, hanya sekitar 12 orang yang berasal dari lingkungan setempat, dan sebagian besar bekerja sebagai tenaga non-skill.
“Kami hanya ingin ada keadilan. Perusahaan berdiri di wilayah kami, tapi warga sekitar justru sulit mendapatkan pekerjaan,” ujar salah satu peserta aksi.
Warga berharap perusahaan bisa lebih memprioritaskan tenaga kerja dari lingkungan sekitar, membuka akses yang lebih transparan dalam proses rekrutmen, serta memberikan kesempatan pelatihan agar masyarakat lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
