Sebanyak 50 bibit pohon ditanam secara bertahap, terdiri dari berbagai jenis seperti pohon salam, bougenvil, palem, dan pucuk merah. Tanaman tersebut dipilih karena memiliki nilai ekologis, mulai dari kemampuan menyerap karbon hingga membantu menjaga kualitas udara dan keseimbangan lingkungan.
Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga mencakup pembuatan sumur resapan sebagai solusi untuk meningkatkan daya serap air tanah dan mengurangi potensi genangan saat musim hujan.
Nuriazizi menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen dalam pelestarian lingkungan sekaligus upaya mendorong kesadaran kolektif masyarakat.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
