Lebak, INewsBanten.id- Semangat gotong royong kembali hidup di tengah masyarakat Kabupaten Lebak melalui program sosial Kuriak Baréung yang digelar oleh Karang Taruna. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (2/5/2026) di Kampung Rancatimah, RT 03/RW 06, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung.
Program yang melibatkan Karang Taruna Kabupaten Lebak, Karang Taruna Kecamatan Rangkasbitung, hingga Karang Taruna Kelurahan Cijoro Lebak ini diwujudkan dalam aksi nyata berupa bedah rumah (ngahadean imah) bagi warga yang membutuhkan.
Sejak pagi, puluhan relawan yang terdiri dari pemuda dan masyarakat sekitar tampak kompak bergotong royong. Mereka bahu-membahu melakukan perbaikan rumah, mulai dari pemasangan dinding, penguatan struktur bangunan, hingga penataan bagian dalam rumah agar lebih layak huni.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Lebak, Haji Kuncoro, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemuda terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.
“Melalui Kuriak Baréung, kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat. Ini bukan hanya soal memperbaiki rumah, tapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Menurutnya, program ini akan terus dikembangkan sebagai gerakan kolektif yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk komunitas, dunia usaha, hingga pemerintah daerah.
“Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak pihak yang terlibat agar lebih banyak warga yang bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat, Andang, mengaku terharu atas bantuan yang diberikan. Ia menyebut para relawan bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan baru bagi keluarganya.
“Saya benar-benar tidak menyangka. Mereka bukan sekadar teman, tapi sudah seperti keluarga sendiri. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Andang juga berharap program seperti ini terus berjalan dan menjangkau warga lain yang rumahnya masih dalam kondisi tidak layak huni. Ia mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan kondisi tersebut melalui RT atau RW setempat.
Di akhir kegiatan, suasana kebersamaan terasa begitu kuat. Tidak hanya memperbaiki rumah, kegiatan ini juga menjadi simbol bahwa nilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Lebak.
Program Kuriak Baréung pun diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun solidaritas sosial, sekaligus mendorong percepatan penanganan rumah tidak layak huni melalui kolaborasi lintas elemen.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
