Dalam sesi dialog, mahasiswa juga menanyakan kompetensi konkret yang harus dimiliki agar dapat berkontribusi bagi bangsa. Menanggapi hal itu, Dansatgas meminta mahasiswa memperkuat keahlian spesifik dan mendukung riset serta pengembangan dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada produk asing.
Sementara itu, Ketua Jurusan Teknik Metalurgi Untirta, Prof. Agus, turut menyoroti ancaman infiltrasi ideologi terhadap generasi muda serta pentingnya penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan.
Mahasiswi Teknik Kimia Untirta, Zilda, mengaku kegiatan tersebut memberi pemahaman baru terkait peran mahasiswa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia berharap ruang diskusi antara akademisi dan TNI dapat terus dibuka untuk membahas berbagai persoalan kebangsaan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
