TANGERANG, iNewsBanten - Niat membakar sate kurban justru berujung petaka bagi seorang pria berinisial DF (29) di kawasan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). DF mengalami luka bakar setelah api menyambar tubuhnya saat menyiram bara arang menggunakan bensin jenis Pertalite.
Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontrakan korban yang berada di lantai dua pada Jumat (29/5/2026). Saat itu, korban tengah menyiapkan alat pemanggang sate untuk membakar daging kurban.
Kapolsek Ciputat Timur, Bambang Askar Sodiq menjelaskan, sebelum kejadian korban membeli satu liter bensin jenis Pertalite di warung 24 jam yang berada di depan kontrakannya. Bensin itu kemudian disimpan dalam kantong plastik.
“Korban membeli bensin jenis Pertalite sebanyak satu liter di warung 24 jam depan kontrakan dan menyimpannya dalam kantong plastik,” ujar Bambang, Jumat (29/5/2026).
Setelah itu, korban mencoba menyalakan arang dengan bantuan kipas angin. Namun bara api yang muncul dinilai kurang besar sehingga korban memutuskan menyiramkan bensin ke dalam tungku pembakaran.
Bukannya membuat api cepat menyala, tindakan tersebut justru memicu kobaran api besar yang langsung menyambar tubuh korban.
“Korban berteriak meminta tolong, lalu warga datang membantu memadamkan api yang membakar tubuhnya,” kata Bambang.
Warga sekitar yang mendengar teriakan korban langsung memberikan pertolongan dan membantu memadamkan api sebelum membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan saksi, korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen di sejumlah bagian tubuh akibat insiden tersebut. Tim medis kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani perawatan intensif.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menggunakan bahan bakar minyak seperti bensin untuk mempercepat proses pembakaran arang. Selain mudah memicu semburan api, penggunaan bensin juga berisiko menyebabkan luka bakar serius dalam waktu singkat.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
