Tangerang, iNews Banten - Ketua Bidang Kemitraan Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas), Tina Maman Abdurrahman, mendorong sekolah musik dan industri alat musik untuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pengrajin lokal dalam rantai produksinya.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri grand launching Dialogue Music di kawasan Gading Serpong, Senin (1/6/2026).
Menurut Tina, musik tidak hanya berperan sebagai sarana pendidikan dan pengembangan kreativitas, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
"Keberadaan sekolah musik tidak hanya melahirkan musisi baru, tetapi juga dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan pelaku usaha dan UMKM," ujarnya.
Tina menjelaskan, keterlibatan UMKM dapat dimulai dari penyediaan bahan baku hingga produksi berbagai komponen alat musik. Salah satunya melalui pemanfaatan hasil karya pengrajin lokal untuk mendukung industri musik nasional.
"Meskipun beberapa instrumen masih diimpor, bukan berarti seluruh komponennya harus berasal dari luar negeri. Pengrajin Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksi berbagai material dan bagian pendukung alat musik," katanya.
Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kuat di sektor kerajinan yang dapat dikembangkan untuk mendukung industri musik dan ekonomi kreatif secara lebih luas.
Selain menyoroti aspek ekonomi, Tina juga menekankan pentingnya pendidikan musik bagi pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan anak. Menurutnya, kemampuan bermain musik dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda di masa depan.
Sementara itu, Owner sekaligus Kepala Sekolah Dialogue Music, Mouritz Kansil, mengatakan lembaganya menggunakan kurikulum internasional dari Associated Board of the Royal Schools of Music dan Rockschool untuk berbagai program pembelajaran musik.
Selain menyediakan layanan pendidikan, pihaknya juga menjual berbagai alat musik dari beragam merek. Menurut Mouritz, sebagian produk yang dipasarkan merupakan alat musik yang diproduksi di Indonesia meskipun menggunakan merek internasional.
"Kami terbuka untuk bekerja sama dengan produsen dan pengrajin alat musik lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan UMKM dan industri kreatif nasional," ujarnya.
Mouritz berharap keberadaan sekolah musik tersebut dapat menjadi wadah bagi para musisi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor musik dan industri kreatif.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
