LEBAK, iNewsBanten.id – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lebak, Banten, menyebabkan permukaan air Bendungan Karian menyusut drastis. Kondisi tersebut mengungkap kembali jejak dua desa yang telah lama tenggelam setelah kawasan tersebut direlokasi untuk pembangunan Bendungan Karian.
Bekas permukiman di Kampung Somang, Desa Sukarame, serta Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, kembali terlihat seiring turunnya debit air bendungan dalam beberapa pekan terakhir.
Sisa-sisa bangunan, ruas jalan kampung, hingga hamparan sawah dan ladang yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga kini kembali muncul ke permukaan setelah bertahun-tahun tertutup genangan air. Selasa (28/7/2026)
Bagi masyarakat yang pernah tinggal di kawasan tersebut, fenomena ini bukan sekadar dampak musim kemarau. Munculnya kembali jejak kampung lama membangkitkan kenangan akan kampung halaman yang harus mereka tinggalkan demi pembangunan Bendungan Karian.
Salah seorang warga, Muhammad Husen, mengatakan penyusutan air mulai terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, bekas kampung yang dahulu menjadi tempat tinggalnya kembali terlihat setelah bertahun-tahun berada di dasar bendungan.
"Kalau air surut seperti sekarang, bekas kampung kami kembali kelihatan. Ada bekas jalan, sawah, dan lokasi rumah yang dulu kami tempati," katanya.
Bendungan Karian dibangun di aliran Sungai Ciberang, anak Sungai Ciujung. Infrastruktur strategis nasional tersebut berfungsi sebagai penyedia air baku, mendukung irigasi pertanian, serta membantu pengendalian banjir di wilayah Banten.
Setiap musim kemarau, ketika permukaan air bendungan mengalami penyusutan, dasar bendungan kembali memperlihatkan jejak desa-desa yang pernah menjadi tempat hidup ribuan warga. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan infrastruktur besar, tersimpan kisah relokasi warga yang harus meninggalkan kampung halaman mereka demi kepentingan pembangunan.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
