CIPUTAT, iNewsBanten – Polemik pembangunan SMP Negeri 25 Tangerang Selatan (Tangsel) di kawasan Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, semakin memanas.
Di tengah penolakan warga, muncul tudingan adanya upaya memecah suara masyarakat yang terdampak langsung pembangunan sekolah.
Ketua RW 16 Bukit Nusa Indah, Hendi Wahyono, menegaskan warga di lingkungannya masih solid. Menurut dia, masyarakat yang tinggal paling dekat dengan lokasi pembangunan merupakan pihak yang nantinya paling merasakan dampak proyek tersebut.
“Tidak, Pak. Mereka dihasut, karena yang merasakan dampaknya kan kita,” kata Hendi, kwe Ika dikonfirmasi tim iNews.
Hendi menilai perbedaan pandangan yang muncul di tengah masyarakat bukan berarti warga RW 16 telah terpecah. Dia justru menduga ada pihak yang berupaya memengaruhi sebagian warga agar sikap masyarakat terhadap pembangunan SMPN 25 tidak lagi satu suara.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
