Menurutnya, Pemprov Banten terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri dan unsur terkait lainnya. Setiap informasi yang diperoleh, termasuk informasi sekecil apa pun, akan disampaikan kepada keluarga.
“Informasi sekecil apa pun yang kami terima akan kami komunikasikan kepada keluarga. Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri dan pihak-pihak terkait lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Sonny Harsono turut hadir dalam prosesi salat jenazah Surakman di Masjid Agung Al Khusaeni. Kehadiran jajaran kepolisian menjadi bagian dari pendampingan terhadap keluarga hingga proses pemakaman.
Jenazah Surakman tiba di masjid sekitar pukul 10.45 WIB menggunakan ambulans Polri. Warga dan kerabat yang telah berkumpul sejak pagi menyambut kedatangan jenazah dengan suasana haru.
Setelah disalatkan, jenazah dibawa ke TPU Ki Demang yang berada tidak jauh dari masjid untuk dimakamkan. Arif bersama Kapolres Pandeglang dan sejumlah pihak turut mengantarkan jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
Jenazah Surakman sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi, jenazah dipulangkan ke Banten atas permintaan keluarga.
Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang saat perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026. Peristiwa tersebut melibatkan lima jurnalis, kru kapal dan seorang pemandu.
Pemprov Banten sebelumnya turut melakukan pendampingan terhadap keluarga selama proses pencarian berlangsung. Koordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri dan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan informasi dapat diterima keluarga.
Editor : Mahesa Apriandi
Artikel Terkait
