Alun-alun Rangkasbitung Ditata Kembali, Pemkab Lebak Kucurkan Rp1 Miliar
LEBAK, inewsbanten- Pemerintah Kabupaten Lebak memastikan kelanjutan program revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung pada Tahun Anggaran 2026.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemerintah daerah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk peningkatan fasilitas dan sarana pendukung ruang terbuka publik tersebut.
Kepala DPUPR Kabupaten Lebak, H. Dade Yan Apriandi, mengatakan revitalisasi lanjutan difokuskan pada peningkatan kualitas, kapasitas, serta penyempurnaan infrastruktur guna menunjang kenyamanan masyarakat.
“Pada 2026, kami melanjutkan revitalisasi dengan peningkatan kualitas dan kapasitas fasilitas Alun-alun Rangkasbitung. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp1 miliar,” ujar Dade, Kamis (12/2/2026).
Selain pengembangan fasilitas, DPUPR juga akan melakukan perbaikan terhadap sejumlah sarana yang mengalami kerusakan.
Ia menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga dan memelihara fasilitas umum.
“Alun-alun ini adalah ruang publik milik bersama. Pemanfaatannya harus diiringi kesadaran untuk menjaga dan merawat,” tegasnya.
Sebelumnya, pada Tahun Anggaran 2025, Pemkab Lebak telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,9 miliar untuk penataan tahap awal kawasan alun-alun. Namun demikian, masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi guna meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung.
Pada tahap lanjutan 2026, sejumlah fasilitas yang direncanakan antara lain pembangunan toilet disabilitas, toilet laki-laki dan perempuan, ruang laktasi, serta penataan planter box guna memperkuat estetika kawasan.
Dade menambahkan, revitalisasi Alun-alun Rangkasbitung merupakan bagian dari program strategis pembenahan tata kota. Kawasan ini diharapkan menjadi ikon daerah, pusat aktivitas masyarakat, serta ruang interaksi sosial yang representatif dan berkelanjutan.
“Penataan kota yang terencana akan menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman, dan menarik, sekaligus mendukung peningkatan daya tarik investasi di Kabupaten Lebak,” pungkasnya.
Editor : Mahesa Apriandi