Refleksi Setahun Kepemimpinan, Mahasiswa Beri “Rapor Merah” untuk Bupati Lebak
Dalam tuntutannya, mahasiswa menyoroti dugaan permainan tender rehabilitasi Alun-alun Rangkasbitung. Mereka mendesak agar dokumen perencanaan dan pelaksanaan proyek dibuka secara transparan kepada publik.
Selain itu, ketimpangan pendidikan antara desa dan kota turut menjadi sorotan. Mahasiswa meminta solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah, termasuk pemberian beasiswa afirmatif dan pemerataan fasilitas pendidikan.
Di sektor ekonomi, massa mendesak evaluasi pembangunan Pasar Semi Rangkasbitung agar tidak memberatkan pedagang kecil. Program rumah tidak layak huni juga diminta diaudit agar tepat sasaran.
Tak hanya itu, mahasiswa turut menyinggung dugaan penyerobotan lahan di Desa Jayasari, dugaan pungutan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional, hingga audit anggaran penataan pujasera dan toilet senilai Rp1,3 miliar. Mereka juga meminta keterbukaan belanja baju dinas pejabat yang disebut mencapai lebih dari Rp350 juta.
Editor : Mahesa Apriandi