Tradisi Qunutan di Lebak, Warga Masak Ketupat dan Leupeut Sambut Pertengahan Ramadan
Dalam tradisi ini, ketupat dibuat dari beras biasa, sedangkan leupeut berbahan dasar ketan yang dicampur kelapa parut. Biasanya, leupeut juga ditambahkan kacang tanah untuk memperkaya rasa. Namun kali ini Suedah hanya menggunakan kelapa karena keterbatasan bahan.
“Kalau leupeut biasanya pakai kacang, tapi sekarang lagi tidak kebeli kacang, jadi cukup kelapa saja sudah,” tuturnya.
Ketupat dan leupeut umumnya disajikan bersama sayur bersantan seperti ayam, labu siam, tahu, atau tempe, sesuai kemampuan masing-masing keluarga. Kesederhanaan tersebut justru menjadi kekuatan utama tradisi qunutan, yakni berbagi tanpa melihat besar kecilnya hidangan.
Melalui tradisi ini, warga berharap kebersamaan tetap terjaga dan doa yang dipanjatkan di pertengahan Ramadan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
“Harapannya kita semua diberi keselamatan, rezeki yang bermanfaat, sehat selalu dan umur panjang yang barokah,” tutup Suedah.
Editor : Mahesa Apriandi