Anak 11 Tahun Tersengat Ikan Beracun di Pulau Tunda Serang, Minimnya Layanan Kesehatan Disorot
Hamzah menduga, tenaga kesehatan yang bertugas tengah libur Lebaran dan memilih pulang ke luar pulau. Tanpa alternatif lain, ia terpaksa mengandalkan pengobatan tradisional untuk meredakan rasa sakit anaknya.
Kejadian ini kembali menyoroti minimnya layanan kesehatan di wilayah kepulauan. Hamzah menilai, absennya tenaga medis bukan sekadar kelalaian, melainkan persoalan serius yang terus berulang dan berdampak langsung pada keselamatan warga.
“Kami jauh dari daratan. Jika harus berobat ke Serang atau Tirtayasa, butuh waktu dan biaya besar. Sementara kondisi darurat tidak bisa menunggu,” tegasnya.
Ia pun mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk segera mengevaluasi kinerja tenaga kesehatan di Pulau Tunda. Menurutnya, dibutuhkan tenaga medis yang benar-benar siap tinggal dan mengabdi, bukan sekadar datang lalu pergi.
Editor : Mahesa Apriandi