get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Seorang TKW Lulusan SD, Sukses Berbisnis Katering

TKW Asal Lebakwangi Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Arab Saudi, Diduga Terjatuh dari Lantai 5

Kamis, 02 April 2026 | 00:50 WIB
header img
ilustrasi TKW Asal Lebakwangi Kabupaten Serang Meninggal Dunia di Arab Saudi, Diduga Terjatuh dari Lantai 5

SERANG, iNewsBanten– Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Siti Muijah (39) dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi. Almarhumah merupakan warga Kampung Ragas RT/RW 005/001, Desa Purwadadi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematiannya belum diketahui secara detail. Namun, jenazah Siti Muijah sedang dalam proses pengiriman dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju rumah duka. Kabar ini dikonfirmasi oleh Ketua SBMI Provinsi Banten, Maftuh Hafi Salim.

"Benar, jatuh dari lantai 5 di Al Khobar, Arab Saudi," jelas Maftuh pada Rabu, 1 April 2026. Ia menambahkan bahwa pihak keluarga saat ini tengah menjemput jenazah di Bandara Soekarno-Hatta dengan pendampingan dari UPT KP2MI Banten.

Berdasarkan keterangan paman korban, Suwandi, Siti Muijah sempat memberi tahu suaminya sekitar tiga bulan lalu bahwa ia dalam kondisi sakit. Pihak keluarga sudah berulang kali memohon kepada pihak sponsor agar Siti dipulangkan ke Indonesia, namun permintaan tersebut tidak dihiraukan.

Kondisi Siti dikabarkan terus memburuk hingga tidak mampu lagi bekerja. Meski begitu, pihak Syarikah (perusahaan penyalur di sana) terus memaksa Siti untuk tetap bekerja. Jika menolak, ia kerap mendapat perlakuan buruk, seperti tidak diberi makan hingga dipisahkan dari rekan-rekannya. Siti bahkan harus membiayai pengobatannya sendiri saat masih memiliki uang.

 

Pada 8 Februari, Siti sempat dipaksa membuat video yang menyatakan dirinya sehat dan bersedia melanjutkan kontrak kerja. Dua hari setelah video tersebut dibuat, Siti mengabarkan suaminya bahwa ia dipindahkan ke cabang Syarikah di Dammam untuk menunggu majikan baru. Sejak saat itu, komunikasi terputus karena ponselnya disita oleh pihak perusahaan.

Pihak keluarga baru mendapatkan kabar kematian Siti pada 26 Februari melalui utusan sponsor yang datang ke rumah. Namun, utusan tersebut tidak memberikan bukti foto jenazah maupun hasil autopsi saat diminta oleh keluarga.

"Semua ditutupi, tidak ada penjelasan apa pun," kata Suwandi. Ia menduga Siti terjatuh pada 17 Februari, namun kabar baru disampaikan sembilan hari kemudian. Saat ini, pihak sponsor sulit dihubungi, dan keluarga memutuskan untuk menempuh jalur prosedur yang berlaku.

Editor : Mahesa Apriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut